Optimalkan Akselerasi Ekspor di NTT, Kementan Berikan Layanan iMace
Akselerasi Ekspor

By drh. Yulius Umbu Hunggar 12 Apr 2019, 19:58:10 WIB Berita
Optimalkan Akselerasi Ekspor di NTT, Kementan Berikan Layanan iMace

Gambar : Karantina Pertanian Audiensi dengan Gubernur NTT


Optimalkan Akselerasi Ekspor di NTT, Kementan Berikan Layanan iMace

Kupang – Dalam upaya mengembangkan dan mengakselerasi ekspor produk pertanian Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian terus tingkatkan berbagai inovasi layanan akselerasi ekspor komoditas pertanian. Kepala Badan Karantina Pertanian yang diwakili Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, drh. Sujarwanto, MM berikan aplikasi iMace (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports) kepada Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laskodat saat lakukan audiensi bersama (9/4). “Dengan adanya aplikasi iMace ini, akselerasi dan target ekspor komoditas pertanian unggulan dari wilayah NTT diharapkan dapat tercapai secara optimal,” ungkap Sujarwanto.

iMace merupakan sebuah inovasi layanan Badan Karantina Pertanian, Kementan yang memberikan informasi berupa jenis komoditas unggulan ekspor di masing – masing wilayah, informasi negara tujuan, serta tren volume ekspor. Dengan layanan ini, mempermudah pemerintah daerah dalam memetakan komoditas pertanian unggulan ekspor sekaligus dapat mengembangkan potensi yang terdapat di wilayahnya.

Dikatakan Sujarwanto bahwa data – data komoditas pertanian yang memiliki potensi ekspor juga dapat digunakan sebagai pembanding bagi pemerintah di masing - masing wilayah untuk saling berbagi informasi dan dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayahnya terkait upaya konkrit yang telah dilakukan. “Dengan aplikasi iMace yang menyajikan pemetaan potensi ekspor komoditas pertanian tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengatasi, menghadapi, memfasilitasi dan menyelesaikan semua tantangan, hambatan dan permasalahan dalam meningkatkan volume ekspor komoditas pertanian,” jelas Sujarwanto.

Berdasarkan data Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang, pada 2018 komoditas ekspor wilayah NTT antara lain Meubeulair Jati, bawang merah, bawang putih, kacang tanah, kacang hijau, DOC yang diekspor ke Timor Leste.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Nur Hartanto menyampaikan bahwa propinsi NTT juga memiliki potensi ekspor komoditas pertanian lainnya. “NTT memiliki komoditas pertanian unggulan yang juga berpotensi ekspor ke negara lain, namun selama ini dilakukan melalui Surabaya. Ini disebabkan sarana dan prasarana wilayah yang belum memadai, sehingga perlu adanya dukungan propinsi agar dapat lakukan ekspor langsung ke negara tujuan,” ungkapnya. Disebutkannya komoditas yang miliki potensi ekspor yaitu sarang burung walet, kemiri, biji gewang, biji kopi, biji mete, dan kopra. Pada 2018, tercatat ekspor komoditas tersebut mencapai Rp 253,90 M. Sedangkan pada awal 2019, ekspor dengan komoditas pertanian yang sama telah mencapai Rp 26,96 M.

Untuk mendukung kebijakan daerah dalam meningkatan ekspor produk pertanian daerah, Badan Karantina Pertanian juga lakukan pendampingan kepada para petani milenial maupun eksportir muda. Wujud pendampingan tersebut melalui program Agrogemilang (Ayo Galakkan Ekspor oleh Generasi Milenial Bangsa). Program yang bertujuan memberi pelatihan pada petani maupun eksportir, terutama generasi milenial yang akan terjun ke bidang agribisnis ini menitikberatkan pada persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor. Selain itu pendampingan dilakukan untuk menjaga kualitas produk pertanian yang akan diekspor bebas hama dan penyakit. “Kami akan mendukung program bimbingan perbanyakan sapi bibit dan pengeluaran komoditas pertanian dari NTT ke daerah lainnya,” tambah Nur Hartanto.

Menurutnya, sebagai salah satu unit pelaksana teknis Badan Karantina Pertanian, BKP Kelas I Kupang bersama Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Ende juga lakukan berbagai dukungan. Upaya ini untuk mendukung NTT menjadi kawasan bebas rabies, dengan memberikan sosialisasi bahaya rabies kepada masyarakat dan vaksinasi rabies oleh SKP Kelas I Ende. Sedangkan penggunaan program yang mendukung pengusaha, khususnya sapi dalam percepatan pengurusan sertifikasi karantina, jadi agenda upaya dukungan BKP Kelas I Kupang.

Victor Bungtilu Laskodat, Gubernur NTT menyambut baik program Kementerian Pertanian melalui Barantan untuk tingkatkan akselerasi ekspor komoditas pertanian khususnya wilayah NTT. Menindaklanjuti pertemuan tersebut Gubernur akan membentuk forum terpada yang melibatkan unsur pusat dan daerah serta pelaku usaha untuk menggali dan mengembangkan komoditas ekspor dari NTT dengan tijuan utama peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta perkenalkan produk pertanian asli NTT ke mancanegara.

Narasumber:
1. Victor Bungtilu Laskodat – Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 
2. drh. Sujarwanto, MM – Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian
3. drh. Nur Hartanto, MM – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 34 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment