Pertahankan Zona Hijau PMK, Rangkaian Sosialisasi PMK dan Bimtek Gratieks Diakhiri di Kab. TTS

Berita - 13 Sep 2022 | 15:05:48 WITA

Diposting Oleh : Muhammad Taufik Kamil


Pertahankan Zona Hijau PMK, Rangkaian Sosialisasi PMK dan Bimtek Gratieks Diakhiri di Kab. TTS
Konten ini diproduksi oleh Tim Humas Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang.

So'e merupakan Ibukota Timor Tengah Selatan (TTS), salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain penghasil ternak sapi tertinggi Provinsi NTT, So'e juga penghasil Kelor dan Asam yang merupakan komoditas unggulan ekspor di Indonesia.

So'e (10/9) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit yang ditakuti oleh dunia yang menyerang hewan berkuku belah. Sesuai Instruksi presiden kepada Menteri Pertanian untuk melakukan pencegahan, maka Karantina Pertanian Kupang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Gerakan Tigakali Lipat Ekspor Produk Pertanian (Gratieks) dan Sosialisasi PMK untuk pelaku usaha pertanian di Kabupaten So'e. Kegiatan ini merupakan akhir dari rangkaian Bimtek Gratieks dan Sosialisasi PMK di bulan ini.

Mengusung tema Peningkatan Pengawasan PMK untuk Capai Target Gratieks Tahun 2022, kegiatan dibuka langsung oleh Edward Tannur, Anggota DPR RI. Kegiatan ini diadakan di Aula Pertemuan Hotel Dena, yang dihadiri oleh Dinas Peternakan Kabupaten TTS, serta perwakilan peternak dan petani dari masing-masing wilayah yang berjumlah 50 peserta.

Edward Tannur menyampaikan bahwa menyikapi kondisi krisis pangan global
maka budidaya pertanian harus digalakan. "TTS memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang tinggi. TTS merupakan salah satu kawasan Food Estate dalam pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Dengan Bimtek ini diharapkan dapat membuka wawasan kita dan sadar untuk memaksimalkan potensi SDA yang ada," ujarnya.

"Kita harus bangga bahwa saat ini Provinsi NTT masih berada di zona hijau PMK, untuk itu kita harus tetap fokus dalam melakukan kegiatan pencegahan. Pejabat Karantina Pertanian Kupang akan selalu siap berjaga di pintu pemasukan dan pengeluaran, mencegah masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)," tambah Yulius Umbu Hunggar, Kepala Karantina Pertanian Kupang.